6 Kali Aku Menangis
Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan diriku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu ?” Beliau bertanya
Aku terpaku, terlalu takut untuk bicara. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi.
Tiba-tiba… Read more »
-
Archives
- January 2009 (3)
- September 2008 (3)
- August 2008 (2)
- July 2008 (3)
- June 2008 (10)
- May 2008 (5)
- April 2008 (7)
- March 2008 (3)
- February 2008 (18)
- January 2008 (13)
- December 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


