Abu Nawas, si Penggeli hati
Nama Abu Nawas begitu populernya sehingga cerita-cerita yang mengandung humor banyak yang dinisbatkan berasal dari Abu Nawas. Tokoh semacam Abu Nawas yang mampu mengatasi berbagai persoalan rumit dengan style humor atau bahkan humor politis ternyata juga tidak hanya ada di negeri Baghdad. Kita mengenal Syekh Juha yang hampir sama piawainya dengan Abu Nawas juga Nasruddin Hoja sang sufi lucu namun cerdas. Kita juga mengenal Kabayan di Jawa Barat yang konyol namun ternyata juga cerdas.
Abu Nawas! setelah mati pun masih bisa membuat orang tertawa. Di depan makamnya ada pintu gerbang yang terkunci dengan gembok besar sekali. Namun di kanan kiri pintu gerbang itu pagarnya bolong sehingga orang bisa leluasa masuk untuk berziarah ke makamnya. Apa maksudnya dia berbuat demikian. Mungkin itu adalah simbol watak Abu Nawas yang sepertinya tertutup namun sebenarnya terbuka, ada sesuatu yang misteri pada diri Abu Nawas, ia sepertinya bukan orang biasa, bahkan ada yang meyakini bahwa dari kesederhanannya ia adalah seorang guru sufi namun ia tetap dekat dengan rakyat jelata bahkan konsis membela mereka yang lemah dan tertindas.
Begitu banyak cerita lain yang diadopsi menjadi kisah Abu Nawas sehingga kadang-kadang cerita tersebut nggak masuk akal bahkan terlalu menyakitkan orang Timur, jangan-jangan cerita-cerita Abu Nawas yang sangat aneh itu sengaka diciptakan oleh kaum orientalis untuk menjelek-jelekkan masyarakat Islam. Karena itu membaca cerita Abu Nawas kita harus kritik dan waspada.
-
Archives
- January 2009 (3)
- September 2008 (3)
- August 2008 (2)
- July 2008 (3)
- June 2008 (10)
- May 2008 (5)
- April 2008 (7)
- March 2008 (3)
- February 2008 (18)
- January 2008 (13)
- December 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS


