Mardhalena

Coret coretan seorang Mardha

Pepatah, kata Ulama, kata Bijak

· Cacatnya nasihat ialah bila disampaikan secara terang-terangan (terbuka). (Pepatah)

· Iri dengki ialah suatu penyakit yang tidak tampak pada tubuh para penderitanya. (Pepatah)

· Wanita seperti sungai. Kalau dia tetap tinggal di rumahnya maka seluruh masalah berjalan dengan wajar seperti halnya alur sungai. Jika dia keluar meninggalkan rumahnya maka dia seperti air sungai yang meninggalkan alurnya dan mengancam kerusakan. (Arif Bijak)

· Janganlah Anda menjadikan puncak ambisis dan kesuksesan Anda dalam kehidupan di dunia, meraih kelezatan hidup, atau kepuasan nafsu, tetapi hendaklah bertujuan untuk memadamkan api kebatilan dan menyalakan sinar kebenaran. (Ulama)

· Kata-kata yang paling agung dan mulia adalah Allah. Kata-kata yang paling lembut adalah kasih sayang (Ar-Rahman – Ar-Rahim). Kata-kata yang paling cepat adalah waku. Dan kata-kata yang paling panjang adalah kekal abadi.

· Orang yang menonjol-nonjolkan keturunannya adalah orang yang tidak sanggup /mampu) berusaha sendiri untuk menjadikan dirinya besar. (Ulama)

· Hari-hari adalah lahan dan barangsiapa menanam di dalamnya maka dia akan panen. (Pepatah)

· Francis Bacon, seorang pujangga Barat, berkata, “Sedikit ilmu justru mungkin bisa membuat Anda menjadi ateis dan jika Anda mau memperdalam ilmu maka Anda akan lebih beriman kepada Tuhan.”

· Ketenangan dan ketentraman jiwa menyebabkan akal mampu mengendalikan lidah sehingga tidak berkata-kata, kecuali dengan penuh pertimbangan dan hati-hati tanpa didorong emosi. (Ulama)

· Barangsiapa menyibukkan dirinya bekerja maka tidak ada peluang (waktu) baginya untuk mencucurkan air mata. (Arif Bijak)

· Bukanlah suatu keanehan (keajaiban) bila seseorang fakir miskin mencintai orang yang suka berbuat baik kepadanya, tetapi yang heran adalah orang yang berbuat baik (dermawan) mencintai si miskin papa. (Ulama)

· Janganlah disamakan antara orang yang hemat dan orang yang kikir. Orang hemat selalu memperhitungkan perbelanjaannya, pemasukannya, dan pengeluarannya dengan tujuan membelanjakan menurut sepatutnya. Sedangkan orang yang kikir mengumpulkan harta dengan tujuan menumpuk sebanyak-banyaknya. Orang yang hemat mengatur hartanya dan orang yang kikir diatur oleh hartanya. (Arif Bijak)

· Kegelisahan dialami oleh orang yang kehilangan akal. (Pepatah)

· Manusia tidak dituntut kesempurnaaan dalam hidupnya, tetapi dituntut agar kehidupannya hari ini lebih baik daripada kehidupannya kemarin. (Ulama)

· Ali bin Abi Thalib berkata, “Kalau rezeki dari Allah terlambat maka beristigfarlah kepada Allah dan mohonlah semoga Allah melapangkan rezeki-Nya bagi Anda. Kunci surga adalah sabar. Kunci kemuliaan adalah rendah hati dan kunci kebaikan (kehormatan) adalah takwa.”

· Ulama besar Sufyan ats-Sauri berkata, “Ilmu dinilai bermanfaat bila disertai amal. Manusia yang paling bodoh ialah yang membiarkan dirinya bodoh tanpa mau berusaha meningkatkan ilmunya. Manusia paling pandai ialah yang mengandalkan diri pada ilmunya. Dan manusia yang paling utama ialah yang bertakwa.”

· Para dai, khatib, penceramah, dan penulis masa kini jika tidak mengasah dan menjalankan kemauan umat yang kuat, mengobarkan semangat kepedulian, dan kecemburuan terhadap agama, menghidupkan jiwa yang mati, dan menyelamatkan orang-orang yang tenggelam dalam lautan keduniaan, maka tidaklah ada guna dan manfaat yang diharapkan dari mareka. (Ulama)

· Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan sibuk memperbaikinya tanpa memerdulikan cacat dan aib orang lain. Dan barang siapa mengenal Rabbnya maka dia akan sibuk berkhidmat kepada-Nya dengan meninggalkan ajakan dan rayuan hawa nafsunya. (Ulama)

· Ketentraman, kedamaian, kepuasan dan ketenangan jiwa yang dirasakan oleh orang-orang yang berbahagia itu akan selalu dianugerahkan kepada yang mendekap mesra keimanan dalam dadanya. Bahkan dengan ketenangan dan sakinah itu imannya akan makin bertambah dan makin kokoh. (Dr. Hamzah Ya’kub)

· Islam adalah risalah kehidupan yang menyeluruh (komprehensif), risalah seluruh umat manusia (universal), risalah seluruh alam dan risalah zaman. (asy-Syahid Hasan al-Banna)

· Membuat program yang baik dan rapi meringankan separuh pekerjaan. (Pepatah)

· Barangsiapa manis lidahnya akan banyak kawan akrabnya. (Pepatah)

· Kemuliaan ialah membangun umat yang telah binasa, membuka selubung kebodohan mereka, memberi peringatan dan petunjuk (hidayah), menuntut hak yang terampas, mengingatkan akan kemuliaan yang hilang, membangun umat dari tidur dan kelalaian mereka, serta menyatukan suara untuk memperbarui gerak langkah. (asy-Syeh Muhammad Abduh)

· Huxley, seorang arif bijak dari Barat, berkata, “Agama dan ilmu ibarat bayi kembar yang berdempetan dan memisahkan keduanya mengakibatkan keduanya mati. Maka, ilmu akan berkembang jika diwarnai dengan agama, dan agama akan kekal dan kokoh jika didukung oleh ilmu.”

· Bukti-bukti dari keagungan alam yang terindah adalah hati seorang ibu. (Pepatah)

· Barangsiapa banyak omongnya, niscaya banyak bohongnya. Barangsiapa banyak hartanya, niscaya banyak pelanggaran dan dosanya. Dan barangsiapa buruk akhlaknya, niscaya dia menyiksa dirinya. (Ulama)

· Alangkah baiknya bagi seseorang apabila ia mempunyai cita-cita dan alangkah buruknya seseorang apabila dia hanya mengandalkan cita-cita. (Pepatah)

· Alexis Carel, peraih hadiah nobel, dalam bukunya yang berjudul The Man Unknown, berkata, “Energi terbesar manusia adalah sembahyang.”

May 27, 2008 - Posted by mardhalena | Pegangan Hidup | , , , , , , | 9 Comments

9 Comments »

  1. Mau usul, Mbak. Alangkah baiknya kalau kumpulan mutiara-mutiara ini disusun berdasarkan kategorinya. Sehingga para pembacanya dapat menerimanya dengan lebih baik lagi.
    Sebelumnya, terima kasih atas kumpulan nasihatnya.

    Comment by kucingpemalu | May 27, 2008

  2. Terima kasih atas usulnya, bwt c Mbak kucingpemalu (aslee… gak tau nama aslinya… sorry!!!).
    Mungkin sumber2 kata2 itu ya?? dari Al-Qur’ankah?? Hadist?? or kata sahabat Nabi??? gitu yah maksudnya???
    btw, makasih dah mampir. Salam kenal.

    Comment by mardhalena | May 28, 2008

  3. kadang sulit rasanya untuk melaksanakan pepatah atau menafsirkan kata bijak.
    untuk menela’ahnya memerlukan daya atau kekuatan otak yang perlu konsentrasi dalam menafsirkannya…..
    betul tidak…?

    Comment by ROSMA | August 26, 2008

  4. bwt ROSMA, kadang memang sangat mudah untuk sekedar menuliskan ataupun mengucapkan, namun yang paling penting adalah bagaimana kita mengamalkannya dan memahami dari kata-kata bijak tersebut. Makanya, saya tulis di sini biar bisa share sama yang laen. Buat ladang amal.
    Terima kasih y…
    dah kunjungi blog saya…

    Comment by mardhalena | August 27, 2008

  5. Terimakasih sebelumnya dah bagi2 ilmu. biasanya kita menjadi sadar dan berazam untuk jadi baik ketika ngebaca nasihat2. namun seiring berjalanya waktu menjadi beangsur pudar. kira2 ada cara tangkal kebiasaan ini? sukron

    Comment by opick kaltim | September 13, 2008

  6. hmmm… bwt Opick Kaltim, terima kasih dah mampir, emang yang namanya iman itu selalu goyang. Kadang ia kuat berpegang, namun saat lengah ia terpuruk. Salah satu cara yang bisa kamu pakai adalah membaca nasehat2 itu setiap hari. Meskipun hanya satu kalimat, namun jika rutin maka ia akan terendap dalam hati kamu. Kebiasaan baik seperti itu akan membawa kebiasaan2 baik lainnya. Saya juga dalam tahap seperti itu. Kamu juga, coba deh…
    Insya Allah.

    Comment by mardhalena | September 16, 2008

  7. “Ku berkata kapada kalbuku saat direda rasa takut yang mengejukan,”
    „Maka bergembiralah, karena hal yang kau takuti adalah Dosa“
    „Kebaikanku yang tanpa pada pebuatanku adalah dosa-dossa“
    „Maka katakanlah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf“

    „Walaupun aku jauh dari temanku atau sahabatku,“
    „Laksana Bumi dan Langit „
    „Ku akan meminta maaf atas dosa-dosaku“
    „Aku akan jawab seruan dan panggilan suaranya“
    „Jika dia memakai pakaian yang indah,“
    „Laksana Rembulan dan Bintang yang menerangi ke gelapan malam“
    „Maka aku tidak akan mengatakan,“
    „Seandainya aku diberi pakaian yang bagus dari yang ia pakai“
    „Karena kebaikan itu selalu Abadi, walaupun itu dilakukan sekali“
    “jika kelakuanku yang baik semata adalah dosa-dosa yang lama( dahulu )”
    “dan tidak adil jika kita menginginkan orang lain sangat sempurna, sementara kita sendiri tidak sempurna
    “barang siapa yang bisa kita terima semua sikap hidupnya…..? “
    “cukuplah seseorang itu dikatakan mulia bila kejelekkannya bisa dihitung “

    “dan tak pernah kita tinggalkan orang yang tidak pernah kita cela”
    “memangnya ada orang bersopan santun dengan sempurna……..”

    Comment by boris | October 23, 2008

  8. aq sk dg kt2nya
    buat 3 novemberku
    aq syg kamu

    Comment by desy | March 13, 2009

  9. good good.. pepatah mardha bagus bagus dech, bikin lagi donk

    Comment by rexisofyandhi | April 19, 2009


Leave a comment